Minggu, 28 Juni 2009

Belajar dari Kegagalan

Kegagalan merupakan label yang seringkali kita hubungkan dengan suatu tindakan yang tidak berhasil dan begitu diterapkan, label ini membuat kita dikatakan orang yang tidak mampu. Hal ini menurunkan semangat kita untuk menjadi orang yang sukses. Pada saat kita masih kecil, kegagalan tidak mempunyai makna, karena kita tidak mempunyai konsep “kegagalan”. Jika kita memiliki konsep kegagalan, maka kita tidak akan dapat berbicara, tidak akan dapat menulis dan tidak akan dapat berjalan. Karena untuk berbicara, menulis dan berjalan harus melalui kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Demikian juga dalam dunia bisnis juga dapat meniru kegagalan kita di masa kecil dan kita dapat belajar dari kegagalan tersebut.

Coca-Cola mengalami kegagalan pada tahun pertama penjualannya. Penjualan dilakukan dengan menempatkan Coca-Cola pada tempat minuman di Apotek dan menghabiskan dana 73,96 dolar untuk melakukan promosi lewat spanduk dan kupon iklan. Kegagalan tersebut membuat Coca-Cola membuat kesadaran adanya media lain, yaitu media massa yang mempunyai kekuatan lebih disbanding media lainnya saat itu dan mempromosikan Coca-Cola dengan suasana kegembiraan.

Matsushita memproduksi untuk pertama kali adalah adaptor steker. Adaptor ini sesungguhnya telah diusulkannya kepada majikannya terdahulu tetapi tidak memperoleh tanggapan. Untuk membuat produk ini, Matsushita bersama empat kawannya membutuhkan waktu empat bulan. Setelah produk ini jadi, ternyata tidak seorangpun mau membeli produk ini.

Pada tahun 1993, Compaq yang pada saat itu sebagai pemimpin pasar penjualan PC, melalukan pemotongan harga untuk menyaingi Dell. Hasilnya Dell Computer menderita kerugian 65 juta dolar pada enam bulan pertama, yang menyebabkan hampir bangkrut. Dell belajar dari kegagalan ini. Ia mencoba mencari cara lain untuk menjual komputer. Akhirnya Dell melakukan perubahan yang sangat mendasar dalam proses bisnisnya yang disebut rekayasa ulang. dalam bisnisnya dengan mengenalkan E-Commerce. Pada 1999, Dell dapat menjual 1,7 juta dolar per hari lewat situs E-Commercnya. Saham Dell naik 2000 persen dalam dua tahun. Dell mampu bersaing dengan perusahaan berkelas dunia seperti IBM, Compaq, HP, dan Bell-Nec. Bahkan pangsa pasar dan keuntungannya terus meningkat dan akhirnya menjadi penjual PC terbesar di dunia.

Ketika saya memulai usaha bersama kawan-kawan, sayapun mengalami kegagalan yang berulang ulang. Diawali dengan kegagalan saya menjadi Salesman Buku, Salesman telex lewat telepon, dan Salesman bahan pengkilap mobil. Primagama yang hanya mendapatkan 2 siswa pada hal telah melakukan promosi yang cukup gencar. CV. Wijaya, yaitu perusahaan yang melayani jasa perawatan mobil yang akhirnya mati. Demikian juga memulai usaha pusat pendidikan komputer “IMKI”, hanya mendapatkan 3 siswa serta AMIKOM hanya dipercaya oleh 6 siswa. Saya bersama kawan-kawan mencoba untuk belajar dari kegagalan, kemudian melakukan koreksi dan mecoba memperbaikinya untuk meraih keberhasilan

*) M.Suyanto adalah Ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta,

sumber http://www.bukausaha.com


Bertindak Efektif


Semut merupakan binatang yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an dalam Surat An-Naml (semut). Allah menyebut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut. Semut ádalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut sebagai bagian yang harus dicontoh oleh manusia. Semut juga mempunyai kemampuan bekerjasama dengan binatang lain, salah satunya adalah kutu daun.

Jenis semut dan kutu daun tertentu memiliki hubungan yang disebut simbiosis. Dalam simbiosis, binatang berbeda jenisnya saling membantu. Kutu daun merupakan serangga kecil yang bergerak lamban, hidup pada tumbuh-tumbuhan dan memakan nektar. Nektar itu dihisap dari batang pohon dengan mulutnya yang tajam dan panjang. Sewaktu dicerna, nektar berubah menjadi bahan manis yang disebut embun madu. Bahan ini kemudian dikeluarkan oleh kutu melalui organ yang disebut kornikula. Embun madu ini makanan kegemaran semut merah, yang memakan sebanyak yang dapat dihasilkan oleh kutu daun itu. Dengan memelihara ternak kutu daun, semut memiliki cadangan yang selalu siap sedia.

Untuk melindungi cadangan embun madunya, semut sangat memperhatikan kutu daun miliknya. Misalnya, semut memindahkan kutu itu ke tempat yang banyak nektarnya, dan apabila wilayah pencarian makanan itu menjadi terlalu padat, semut akan memindahkan kutu itu ke wilayah yang lebih longgar. Semut juga menyerang setiap serangga yang mencoba memakan kutu daun itu, sekalipun si penyerang mungkin jauh lebih besar daripada semut itu sendiri. Ilmuwan belum memperoleh kepastian kapan atau bagaimana hubungan istimewa ini dimulai. Akan tetapi, dengan ditemukannya semut serta kutu daun yang telah menjadi fosil bersama-sama, terbukti bahwa dua jenis serangga ini telah saling membantu sekurang-kurangnya sejak 30 juta tahun yang lampau.

Kisah semut dan kutu daun tersebut, menurut Stephen R. Covey disebut efektivitas, yang merupakan keseimbangan antara produksi dan kemampuan produksi. Produksi merupakan hasil yang dinginkan, yaitu embun madu. Sedangkan kemampuan produksi adalah kemampuan atau aset yang menghasilkan embun madu, yaitu kutu daun. Semut berusaha untuk memelihara dan menjaga kutu daun sebaik-baik, agar kutu daun tersebut tetap menghasilkan embut madu. Semut melakukan tindakan yang efektif.

Dalam bisnis, sering kita mencari keuntungan atau hasil jangka pendek dengan merusak kemampuan produksi atau aset fisik, misalnya mobil, komputer, telepon, fax, bahkan tubuh kita atau lingkungan kita. Kita jarang memelihara atau merawat mobil, komputer, telepon dan fax. Setelah aset tersebut rusak, maka kita baru sadar bahwa aset tersebut merupakan aset kunci. Biaya untuk memperbaiki aset tersebut jauh lebih mahal daripada memelihara aset tersebut secara rutin. Maka kita telah melakukan hal yang tidak efektif.

Kita juga sering berbicara tentang pelayanan pelanggan. Kita sering mengabaikan orang yang berurusan dengan pelanggan, yaitu karyawan. Sehingga kita baru sadar setelah sedikit demi sedikit pelanggan meninggalkan kita. Kepercayaan dan loyalitasnya kepada kita hilang. Biasanya justru kita menyalahkan karyawan. Itulah tindakan yang tidak efektif. Kalau kita ingin karyawan kita memperlakukan pelanggan dengan baik, maka kita juga harus memperlakukan karyawan seperti pelanggan kita. ”Anda dapat membeli tangan seseorang, tetapi tidak pernah dapat membeli hatinya. Hatinya adalah tempat berada antusiasmenya, loyalitasnya. Anda dapat membeli punggungnya, tetapi tidak dapat membeli otaknya. Itulah tempat kreativitasnya, kecerdasannya, akalnya. ” kata Stephen R. Covey. Untuk bertidak efektif ternyata kita harus belajar kepada semut dan kutu daun.star

Gelas Kosong


Menurut Stephen P. Robbins, sebuah tim dapat menghasilkan sinergi yang positif bila dilakukan dengan usaha yang terkoordisasi. Usaha masing-masing individu dapat menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada penjumlahan input masing-masing individu. Tim dapat diklasifikasikan menurut sasarannya terdiri dari tim pemecah masalah, tim self-managed, tim lintas fungsi dan tim virtual. Tim pemecah masalah terdiri dari 5 sampai 12 orang dari departemen yang sama, bertemu beberapa jam dalam seminggu untuk mendiskusikan perbaikan kualitas, efisiensi dan lingkungan kerja. Tim self-managed terdiri dari 10 sampai 15 orang yang mengambil tanggungjawab dari supervisor terdahulu. General Electric, General Motor, Hewlett-Packard, Honeywell, PepsiCo, Xerox menggunakan tim self-managed. Tim lintas fungsi terdiri dari karyawan pada tingkatan hirarki yang sama tetapi berbeda bidang, yang bekerjasama untuk mengerjakan suatu tugas. BMW, DaimlerCrysler, Ford, Honda, IBM, Nissan dan Toyota menggunakan tim lintas fungsional. Tim virtual menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan bersama dari anggota-anggota yang terpisah secara fisik agar dapat mencapai tujuan bersama. Tim virtual berkolaborasi secara online, tidak hanya terpisah ruang, tetapi terpisah antar benua. Boeing, Dell Computer dan Texas Instruments menggunakan tim virtual.

Tim berkinerja tinggi telah dijumpai mempunyai karakteristik bersama. Tim itu cenderung kecil. Berisi orang-orang dengan tiga tipe ketrampilan yang berlainan teknis, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, dan antar pribadi. Dengan tepat ketrampilan ini menandingkan orang-orang pada berbagai peran. Tim mempunyai suatu komitmen pada maksud bersama, meneggakan tujuan spesifik, dan mempunyai kepemimpinan dan struktur untuk memberikan fokus dan pengarahan. Tim itu juga menganggap diri mereka bertanggung jawab baik pada tingkat individual maupun tingkat tim dengan memiliki sistem evaluasi yang dirancang dengan baik dan system ganjaran. Akhirnya, tim berkinerja tinggi dicirikan oleh kepercayaan timbal balik yang tinggi di antara anggota-anggotanya.

Karena organisasi dan masyarakat individualistis menarik dan memberi imbalan prestasi individual, maka lebih sulit untuk menciptakan pemain tim dalam lingkungan ini. Untuk mengubahnya, manajemen hendaknya mencoba memilih individu-individu dengan ketrampilan antar-pribadi untuk menjadi pemain tim yang efektif, memberikan pelatihan untuk mengembangkan ketrampilan kerja tim, dan memberi imbalan individu-individu untuk upaya bekerjasama. Sekali tim dewasa dan berkinerja efektif, tugas manajemen tidaklah selesai. Ini karena tim dewasa dapat menjadi macet dan puas diri. Para manajer perlu membantu tim dewasa dengan nasihat, panduan, dan pelatihan jika tim ini harus terus membaik.

Microsoft hanya memperkerjakan orang-orang cerdas dan kemudian membentuk tim-tim kecil yang kreatif untuk mengerjakan suatu proyek dalam waktu tertentu. Setiap individu mempunyai peran yang sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan masing-masing. Setiap unit di perusahaan ini melakukan pekerjaan dengan pola yang relatif sama, yaitu membuat tim kerja yang relatif kecil dan secara bersama-sama menyelesaikan tugas dengan sukses. Setiap tim kerja di Microsoft, mempunyai kebebasan untuk menentukan cara terbaik menyelesaikan tugas dengan kreativitas yang mereka miliki. Meskipun demikian tetap dibingkai oleh pedoman tertentu. Keputusan-keputusan kecil masih menjadi kekuasaan ketua tim kecil. Rancangan besar tujuan dan kegiatan proyek selalu dipresentasikan kepada semua anggota untuk dibahas bersama-sama. Setiap tim kerja mengajukan cara pendekatan yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek. Proposal kemudian didiskusikan dan dibahas. Proposal yang ditolak, tim kerja harus membuat proposal baru. Keberhasil Microsoft bukan semata-mata karena Bill Gates dan Paul Allen, tetapi lebih ditentukan oleh tim kerja. Untuk menggerakkan organisasi dengan kecepatan tinggi, bukan dengan superstar, tetapi dengan super team. Masing-masing individu harus memfungsikan diri sebagai gelas yang kosong, sehingga dapat diisi oleh yang lainnya atau berfungsi memenuhi kebutuhan tim tersebut, bukan kebutuhan individu-individu masing-masing.

“Barang siapa berjalan untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, maka hal itu lebih baik daripada iktikaf selama sepuluh tahun. Barang siapa iktikaf mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan menjauhkan neraka tiga parit di antara dirinya. Setiap satu parit jaraknya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat “ sabda Rasulullah saw.

sumber http://www.bukausaha.com

Kamis, 11 Juni 2009

Hari Ini Sempurna

Suasana tahun baru masih belum lagi hilang. Barangkali diantara anda sudah membuat daftar-daftar apa yang akan anda lakukan dan raih di sepangjang tahun 2009 ini.

Sudah umum bagi kita, disetiap pergantian tahun, atau pada saat marayakan ulang tahun sendiri atau pada saat merayakan hari-hari besar lainnya kita selalu berharap bahwa hari esok akan menjadi lebih baik dari hari ini. Sebuah harapan yang tidak salah.

Namun sebenarnya dengan selalu berorientasi pada hari esok atau bahkan mengenang-mengenang hari-hari yang telah lewat, kita telah mengabaikan sebuah hari yang sangat penting, hari yang benar-benar sedang kita miliki untuk jalani, yaitu HARI INI!

Saat ini, yang dalam bahasa inggris disebut dengan "present" yang berarti "hadiah" adalah satu-satunya hari yang kita miliki.
Kemarin adalah kenangan, apapun yang terjadi pada saat itu, tidak bisa kita ubah lagi. Jika memang ada yang ingin kita perbaiki, maka kita perbaiki di hari ini.
Hari esok masihlah mimpi. Jika ada hal-hal yang ingin dicapai di hari esok, maka ia juga dipersiapkan di hari ini.

Saat ini, seperti saat-saat lainnya adalah saat yang sangat baik, jika kita tahu apa yang akan kita lakukan dengannya, alih-alih memusingkan masa lalu dan masa depan yang masih misteri.

Ketika kita mulai menganggap hari ini penting; melihat peluang dan melakukan yang terbaik, menciptakan sukses-sukses kecil pada hari ini,
Iklas dengan apa-apa yang telah kita terima baik itu terhadap hal yang kita sukai ataupun tidak, mensyukuri terhadap hal-hal baik yang kita terima dan hal-hal buruk yang tidak menimpa kita. Maka kita bisa melihat dan rasakan, bahwa hari ini sungguh sempurna.

Dengan tidak menghakimi masa lalu yang telah kita jalani dan mengkhwatirkan masa depan, kita mulai menerima diri kita dengan apa adanya. Energi barupun muncul untuk melakukan hal-hal yang terbaik dan maksimal yang bisa kita lakukan pada saat ini. Menjalani hari-hari dengan cara seperti ini, dengan sendirinya kita sedang menciptakan masa depan yang baik.

Ada begitu banyak hal yang bisa kita lakukan disaat ini, dengan begitu banyak pilihan. Dengan menganggap setiap hari adalah hari yang sempurna, kita menjadi orang yang sangat ingin tahu dan menikmati porses dalam menemukan hal-hal yang patut kita syukuri dan terhadap sukses-sukses kecil yang kita ciptakan dan diciptakan kehidupan dalam hidup kita.

Kita mulai meraih mimpi dengan menjadi selaras dan mencintai saat ini. Hari ini adalah jalan yang terbaik untuk masa depan yang lebih baik. Menikmati proses menuju mimpi masa depan dengan melihat saat ini sebagai peluang untuk terus belajar dan bertumbuh untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi. Dengan demikian kita berhenti mengeluh dan mencari-cari kesalahan, toh semua itu juga karena pikiran dan tindakan kita sendiri.

Kita mesti yakin bahwa hari ini sempurna, karena kita menikmatinya dengan cara kita masing-masing yang kita yakini kesempurnaannya.
Lihatlah diri kita menjadi bagian dari skenerio besar alam semesta untuk menjadikan bumi ini menjadi tempat tinggal yang lebih baik.

Hari ini berharga dan sempurna, ia menjadi jendela ke masa lalu dan menjernihkan pelajaran yang disodorkannya dan menikmati hari ini dengan melakukan hal-hal yang terbaik dan optimal, maka masa depan menjadi kurang misterius.

Tindakan apa yang dapat anda lakukan sekarang juga untuk menjadikan hari ini semakin sempurna?celebrate

by : http://www.ecerdas.com/?id=world

Kenapa belum suskes-sukses?

Sebelumnya kita sepakat dulu mengenai definisi sukses. Sukses adalah mencapai apa yang kita inginkan. Baik itu dalam bidang akademis, finansial, sosial dan lain-lain.

Dibidang akademik misalnya. Kita anggap saja bahwa indikator yang kita berikan untuk kesuksesan akademik adalah ketika kita telah menyandang gelar Doktor.

Jika ada pertanyaan nanti kenapa kita belum sukses di bidang akademik? Maka jawabannya jelas karena kita belum Doktor.

Kenapa belum jadi Doktor? Karena masih sekolah, atau belum memenuhi langkah-langkah yang disyaratkan untuk menyandang gelar Doktor tersebut.

Semakin tinggi kualifikasi yang kita inginkan ketika menjadi Doktor (gelar Doktor dari Universitas terkenal, luar negeri, Cumlaude, Doktor termuda dll), maka semakin tinggi daya juang yang akan kita berikan.

Demikian juga halnya dengan kesuksesan Finansial. Katakanlah indikator sukses finansial yang kita berikan adalah jika telah memiliki penghasilan Rp 5 juta per bulan tanpa perlu bekerja. Atau jika kita berhenti/diberhentikan dari pekerjaan yang sekarang, kondisi finansial akan tetap aman sampai 5 tahun mendatang.

Nah, jika ada pertanyaan kenapa kita belum sukses finansial? Maka jawabannya adalah kerena belum memiliki passive income Rp 5 juta perbulan. Atau jika pekerjaan sekarang tidak ada lagi, maka kondisi kuangan hanya mampu menanggung sampai 3 bulan.

Semakin tinggi kualifikasi kekayaan dan keamanan finansial yang kita inginkan, maka semakin tinggi daya juang yang akan kita berikan.

Dan karena kita tidak ingin perjuangan yang kita berikan sia-sia, maka perlu dipertanyakan lagi.

Apakah jalur pendidikan yang sedang kita tempuh saat ini akan membawa kita ke gelar doktor sesuai dengan kualifikasi yang kita inginkan?

Apakah pekerjaan atau bisnis yang saat ini sedang kita jalani akan membawa kita pada kualifikasi kekayaan finansial yang kita impi-impikan? pada waktu yang telah kita tentukan?

Kalau demikian kita harus evaluasi kembali bagaimana peluang jenjang karir di tempat kita bekerja atau peluang perkembangan penghasilan pada bisnis kita.
Apakah memang ada jalannya untuk mengantar kita pada cita-cita?

Namun jika jalur pendidikan yang kita tempuh telah benar untuk jadi Doktor, jenjang karir atau jalur bisnis yang kita tempuh juga telah benar dapat membawa kita kepada kebebasan finansial. Lalu kenapa tidak sukses-sukses juga?

Well, sepertinya telah tiba saatnya mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri!star

by http://www.ecerdas.com/?id=world

Sang Petani Impian

Senang rasanya membayangkan hal-hal yang luar biasa yang bisa kita raih suatu hari nanti.


Ada banyak hal yang sepertinya yang ingin kita lakukan untuk diri kita sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar kita.


Dengan impian manusia, begitulah katanya dunia ini terus bertahan.


Lihat saja orang yang hidupnya dipenuhi impian-impian tentang hari esok yang lebih baik...
Hidupnya penuh semangat dan antusias...


Dia tidak hanya sekedar bermimpi, tapi benar-benar membangun taman impiannya itu mulai dari mempersiapkan dirinya agar menjadi "Petani Impian" yang lebih baik, mempelajari lahan tempat taman impiannya akan dibangun, dia haus akan pengetahuan bagaimana cara membangun taman impiannya..


Untuk menjadi Petani Impian yang lebih baik, dia mulai dari dirinya, dia belajar Ilmu Diri, dia coba kenali dirinya, apa potensinya.. sampai akhirnya dia tahu di persimpangan mana ia sudah saat ini berada.. kemana dia harus melangkah lebih dulu.. bahkan sekarang dia tahu, ternyata banyak sekali pola pikir, sikap hidup, pergaulannya yang menghambat dia mencapai impiannya...


Banyak hal yang dilakukan dalam hidupnya yang manfaat dari kegiatan tersebut, kesenangannya, hanya untuk hari itu saja...



Sekarang dia telah siap untuk membangun impiannya... taman impiannya sendiri...
Bukan taman impian yang telah disiapkan oleh orangtuanya, juga bukan taman impian om dan tantenya...

Dia ingat sekarang.. beberapa teman yang dia ikuti gaya hidup enak dan santainya ternyata sudah ada jatah taman impian dari famili-familinya...

Sudah saatnya untuk menguji semua pengetahuan yang dimilikinya tentang Menabur Benih Impian dan kemudian menuainya...

Lahan sekarang sudah di depan mata.. semua peralatan sudah disiapkan dan dia sudah mempelajari bagaimana menggunakan alat-alat tersebut.. dia juga yakin.. dengan semakin sering dia gunakan alat-alat ini.. dia pasti akan semakin mahir.. bahkan kalau perlu mengembangkan alat bertani sendiri...

Urutan suskes-sukses kecil sudah terbayang di matanya... fokusnya jelas.. termasuk apa yang harus dikerjakan dan efek atas setiap pekerjaan tersebut...

Oh ya, dia juga pernah mendengar beberapa Petani Impian lain yang gagal.. namun dia juga pernah mendengar tentang Petani-petani Impian yang telah berhasil membangun Taman Impian mereka...

Dia mengerti membangun taman ada resiko perubahan musim, hama dan lain-lain.. namun dengan pasrah berpangku tangan... lebih beresiko lagi...



Tapi dia tidak akan pernah tahu apakah dia akan berhasil membangun Taman Impiannya atau tidak sampai dia benar-benra bertindak membangunnya... karena dia juga mengerti.. kebanyakan ketakutan hanya ada dalam pikiran..



Dia sangat menghormati para Petani Impian yang masih terus berjuang membangun Taman Impiannya.. tapi tidak kepada Petani Impian yang telah menyerah dan sekarang membuat barisan dipinggir ladang sambil bersorak-sorak bahwa Taman Impian tidak mungkin dibangun...



Dari Petani Impian mereka berubah menjadi Pencuri Impian...



Cobalah sebutkan mimpi-mimpi anda pada teman anda, anda akan segera tahu; dia seorang Petani Impian atau Pencuri Impian...



Berapa kali mimpi anda telah dicuri orang?



Lebih buruk lagi, ada orang yang mensabotase impiannya sendiri..duit

by http://www.ecerdas.com/?id=world

Winning The Game in The Net World!!

Pernahkah anda memainkan permainan Monopoly?

Permainan finansial yang sangat sederhana. Setiap pemain memiliki modal uang dalam jumlah yang sama dan juga kesempatan yang sama untuk menang.

Permainan ini adalah simulasi dari bisnis properti di dunia nyata. Para pemain dilatih dalam membuat keputusan-keputusan finansial. Seperti; kapan waktu membeli, menahan dan menjual. Juga melatih kecerdasan emosional dalam menerima tagihan, utang, munculnya angka dadu atau kartu yang tidak diharapkan dan juga menghadapi kekalahan dan kemenangan. Tak ketinggalan kecerdasan spiritual juga dilatih untuk mempertahankan permainan tetap bersih dari penyimpangan dan kecurangan.

Monopoly banyak mengajarkan hal penting untuk bagaimana bisa menjadi kaya. Salah satu pelajaran yang terpenting dan justru yang paling banyak di langgar orang yang ingin menjadi kaya adalah: Dunia orang kaya adalah DUNIA TANPA GAJI!!!

Monopoly mengajarkan kita untuk memiliki konsep berpikir Return (nilai kembalian), bukan Salary (gaji/upah). Karena itu kosa kata yang digunakan orang kaya berbeda dengan orang miskin.

Orang kaya bicara return, laba, investasi, target, tim, partnership, kas, peluang, produk, jaringan.

Orang miskin bicara gaji, lembur, pangkat/golongan, jenjang pendidikan, gelar akademis, bonus, honor, subsidi.

Dalam tindakan, orang kaya juga berbeda dengan orang miskin.

Orang kaya adalah orang yang bersedia gagal sedikit setiap hari dengan mencoba melakukan hal-hal yang baru dan sedikit beresiko.

Sementara orang miskin cenderung menghindar untuk melakukan hal-hal baru karena beresiko dan takut gagal.

Padahal internet, listrik dan lampu misalnya, sebelumnya juga merupakan produk yang telah pernah melewati proses puluhan, ratusan bahkan ribuan kali eksperimen gagal!

Kabar baiknya adalah: Sekarang anda dapat kembali memainkan permainan orang-orang paling kaya di dunia melalui internet ini.

Internet sebagai papan permainan terbesar di dunia, telah terhubung dengan milyaran orang, terbuka selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Menggunakan uang yang sesungguhnya dan kekayaan yang benar-banar nyata, asli mengalir ke rekening bank anda.

Dengan menjadi Pemain di permainan finansial terbesar dan terluas ini, anda bisa menjadi kaya sambil bersenang-senang. Learning by Doing. Belajar sambil melakukan.

Sekali anda berhasil menguasai permainan ini, bisnis apapun yang sedang anda jalankan atau yang akan anda jalankan, menjadi lebih sukses dengan mudah. Karena itulah orang kaya itu semakin kaya. Setelah anda kaya, menjadi lebih kaya itu gampang.kenyit

sumber http://www.ecerdas.com/?id=world